Puskesmas Oepoi Rawat 20 Penderita Kusta
Kamis, 16 Desember 2010 16:29 WITA
Kepala Puskesmas Oepoi, Agustina B Keba, mengatakan hal ini saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (15/12/2010).
Mengapa penderita kusta di dua daerah itu tinggi? "Hal itu perlu kajian. Tapi prinsipnya, semua penyakit itu berkaitan dengan perilaku hidup bersih dan sehat," jawab Agustina.
Menurutnya, upaya preventif penyebaran kusta adalah hidup bersih dan sehat. Kuman yang mengandung bibit kusta dapat ditularkan melalui kontak pernafasan atau kontak fisik secara langsung, dengan masa inkubasi antara dua sampai lima tahun. Tanda-tanda penularan belum diketahui langsung saat penularan, tapi diketahui justru dua dan bahkan lima tahun kemudian.
Agustina menjelaskan, dari seratus orang yang pernah berkontak langsung dengan penderita kusta, hanya lima orang saja yang berpotensi tertular kusta. Dari lima orang yang tertular itu pun, dua di antaranya bisa sembuh dengan sendirinya. Sementara sisanya bisa disembuhkan hanya dengan tindakan medis yakni dengan memberikan obat.
Namun penderita kusta, tidak perlu takut karena kusta bisa disembuhkan. Dia menyarankan kepada penderita untuk segera datang ke puskesmas atau rumah sakit. Pemerintah mempunyai kebijakan khusus untuk penderita kusta yakni pengobatan secara gratis. Demikian juga dengan penderita TBC, mereka dilayani obat secara gratis.
"Penderita Kusta dan TBC diberikan obat secara gratis. Biar pun mereka pasien umum, mereka tetap dapat obat gratis. Itu kemudahan yang diberikan pemerintah untuk penderita Kusta dan TBC. Karena itu, datanglah berobat ke puskesmas jika menderita Kusta dan TBC," katanya.
http://kupang.tribunnews.com/2010/12/16/-puskesmas-oepoi-rawat-20-penderita-kusta
Komentar
Posting Komentar